Pepohonan dan Tumbuhan dalam Al-Qur’an


Pepohonan dan Tumbuhan dalam Al-Qur’an

Sumber: https://islam.nu.or.id/ilmu-al-quran/pepohonan-dan-tumbuhan-dalam-al-qur-an-fungsi-serta-manfaatnya-Yocq4

Bumi, tempat tinggal kita, adalah anugerah ilahi yang luar biasa. Berusia sekitar 4,6 miliar tahun, planet ini membutuhkan waktu 800 juta tahun untuk menjadi layak huni, membentuk ekosistem kompleks yang menopang kehidupan.


Pohon: Pilar Kehidupan Sejak Awal Waktu

Dalam tarian kehidupan di bumi, tumbuhan—termasuk pepohonan—memainkan peran sentral. Mereka adalah bentuk kehidupan pertama yang berkembang di daratan, jauh sebelum manusia dan hewan muncul. Diduga telah hadir lebih dari satu miliar tahun lalu, sementara fosil manusia tertua baru berumur sekitar 100 ribu tahun.

Keanekaragaman hayati tumbuhan sungguh menakjubkan. Menurut data Kementerian Agama RI, diperkirakan ada 280.000 hingga 325.000 jenis tumbuhan di dunia, dengan 10-20% di antaranya tumbuh di Indonesia. Dunia juga memiliki lebih dari 10.000 spesies pohon tegak dan hingga 30.000 spesies tumbuhan berbunga. Keragaman ini tak hanya menjadi sumber makanan, energi, dan obat-obatan, tetapi juga vital dalam menjaga keseimbangan alam.


Ketika Alam Tak Lagi Bersahabat: Dampak Eksploitasi Manusia

Sayangnya, intervensi manusia seringkali merusak harmoni ini. Perilaku tidak berkelanjutan dalam memanfaatkan sumber daya alam telah menyebabkan kerusakan alam yang meluas, memicu berbagai bencana tanpa pandang bulu. Ketika eksploitasi berlebihan terjadi, alam tidak lagi menjadi sahabat, melainkan menunjukkan sisi murkanya.


Tumbuhan dalam Perspektif Al-Qur’an: Lebih dari Sekadar Flora

Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, memberikan perhatian besar terhadap tumbuhan. Banyak ayat yang menyebutkan tanaman beserta bagian-bagiannya (akar, dahan, batang, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, dll.). Menurut Jamaluddin Husein Mahran, tumbuhan disebutkan dalam 112 ayat yang tersebar di 47 surah, bahkan 16 jenis tanaman disebutkan secara eksplisit. Sayyed Abdul Sattar al-Miliji bahkan mencatat ada 115 ayat yang membahas tanaman dari berbagai aspek.

Perhatian Al-Qur’an yang mendalam terhadap tumbuhan mendorong ulama Islam terdahulu untuk melakukan kajian mendalam sebagai bentuk tadabbur. Tercatat nama-nama besar seperti Ibnu Sina dengan Al-Qânûn fi-Tibb-nya yang membahas tanaman obat, serta Daud al-Antakiy, Ibnu al-Biytar, dan al-Idrîsiy. Bahkan jauh sebelumnya, Abu Hanifah ad-Dainawari (w. 281 H) menulis Kitâb an-Nabât, sebuah analisis komprehensif tentang jenis dan manfaat tanaman obat.

Ayat-ayat tentang tumbuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat nikmat Allah yang harus disyukuri, tetapi juga sebagai bukti kekuasaan-Nya dalam membangkitkan yang mati. Proses pertumbuhan tanaman, dari awal hingga berbuah dengan beragam rasa, adalah tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang beriman, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-An’am: 99:

“Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.”


Fungsi dan Manfaat Esensial Tumbuhan dalam Al-Qur’an

Tafsir Al-Qur’an Tematik Pelestarian Lingkungan Hidup merinci berbagai manfaat tumbuhan yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

  1. Sumber Makanan: QS. ‘Abasa: 24-32 menjelaskan bagaimana Allah menyediakan biji-bijian, anggur, sayuran, zaitun, kurma, buah-buahan, dan rerumputan sebagai makanan bagi manusia dan hewan ternak.
  2. Obat-obatan: QS. An-Nahl: 69, melalui contoh madu lebah yang berasal dari nektar bunga, menunjukkan bahwa di dalamnya terdapat obat bagi manusia, mendorong kita untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah.
  3. Penghasil Oksigen: QS. Yasin: 80 menyebutkan Allah menjadikan api dari kayu yang hijau, secara tidak langsung menunjukkan adanya proses yang memungkinkan kayu tersebut hidup dan tumbuh, yang kita kenal sebagai fotosintesis yang menghasilkan oksigen.
  4. Penyerap Air: QS. Al-Mu’minun: 18 menjelaskan bagaimana Allah menurunkan air dari langit dan menjadikannya menetap di bumi, dengan tumbuhan dan pepohonan berperan penting dalam proses penyerapan dan penyimpanan air ini.
  5. Penjaga Keseimbangan Alam: QS. Al-Mu’minun: 19 menunjukkan bagaimana dari air hujan, Allah menumbuhkan kebun-kebun kurma dan anggur yang menghasilkan buah berlimpah, menjaga rantai makanan dan ekosistem.

Pada akhirnya, keberadaan pepohonan, sayuran, dan buah-buahan adalah nikmat agung dari Allah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memanjakan mata dan jiwa. Namun, kenikmatan ini bersifat sementara. Oleh karena itu, kita diajak untuk senantiasa bersyukur, merenungkan kebesaran Allah, dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.


Bagaimana menurut Anda, apakah penting bagi kita untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan ini dalam kehidupan sehari-hari?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *